Sore hari begitu sampai dirumah mata ini tertuju pada segerombolan
anak desa yang sedang asik bermain bola. Jadi ingat tulisan Dani yang
menggabarkan buruknya fasilitas lapangan untuk bermain bola
ditempatnya, disini lebih parah kawan. Anak-anak harus mencari sendiri
lahan dimana mereka bisa bermain, ditanah kosong atau di sawah yang baru
panen, itupun saat musim kemarau. Luas seadanya tanpa rumput, apalagi
rerumputan hijau seperti stadion Old Trafford. Salah satunya
Sawah di timur rumahku, sawah orang kaya yang sering tak terurus. Senang
sekali melihat tawa bocah-bocah ini saat bermain bola. Wajah polos
mereka, ah…jadi ingat masa kecil saat bermain lumpur di sawah.
Anggap saja tempat ini sarang lebah, tempat bergumam, berimajinasi, curhat dan tulisan-tulisan lain yang serupa kotoran, dengan harapan suatu saat menjadi madu. Ditulis lebah bodoh yang sedang belajar mengais nectar bunga. Selamat membaca dan silahkan dihina
Jumat, 16 November 2012
Senin, 10 September 2012
Lebaran
Malam ini masih dalam suasana lebaran, jalanan pasti masih ramai
dengan manusia yang ingin menghapus dosanya dengan bersilaturahmi pada
sanak famili. Suara petasan, kembang api masih terdengar menyemarakkan
malam yang di hari biasanya sunyi senyap. Ya.. hal semacam inilah yang
membedakan suasana lebaran dengan hari-hari biasa. Ditengah gegap
gembita acara tahunan ini saya memilih berada dikamar menghibur diri
dengan dereta playlist lagu-lagu barat, entah mengapa saya ingin
mendengar lagu dengan bahasa yang sejujurnya kurang saya mengerti.
Mungkin telinga ini sudah bosan mendengar kata-kata galau dalam
lagu-lagu dalam negeri.
Langganan:
Postingan (Atom)