Ketika masih anak-anak, saya pernah memiliki penyakit sulit
tidur atau insomnia (istilah insomnia baru saya kenal saat remaja) , ketika
bisa tertidur pun kerap terbangun gara-gara secara tiba-tiba sesak napas. Kata kakak
namanya ketindihan, penyebabkan ada makhluk halus yang menduduki dada. Katanya juga
makhluk itu bisa dilihat dengan doa tertentu. Maka sepanjang malam saya
habiskan dengan imajinasi yang luar biasa, hingga kadang berbicara sendiri. Ibu mengira saya punya teman. Teman itu bukan teman biasa melainkan makhluk halus atau lebih familiar disebut hantu.
Anggap saja tempat ini sarang lebah, tempat bergumam, berimajinasi, curhat dan tulisan-tulisan lain yang serupa kotoran, dengan harapan suatu saat menjadi madu. Ditulis lebah bodoh yang sedang belajar mengais nectar bunga. Selamat membaca dan silahkan dihina
Minggu, 13 Desember 2015
Sabtu, 28 November 2015
Dangdut, Nasibmu Kini
“Dangdut is music of my country” begitu dalam lirik lagu projek pop.
Kemaren siang saya mendapat tantangan menulis dengan tema
dangdut dari Sarip, Sadam dan Rosy.
Sebenarnya saya tak terlalu berminat untuk menerima tantangan mereka.
Alasannya, ada beberapa tugas negara yang menuntuk segera dikerjakan. Namun,
mendadak saya teringat blog yang saya buat beberapa tahun lalu. Sungguh saya
merasa bersalah telah membiarkanya mangkrak. Kemudian saya menyadari banyak tulisan iseng
yang hilang bersamaan dengan rusaknya leptop beberapa bulan lalu. Duh, Tuhan
maafkan hambamu yang telah aniaya.
Kembali lagi pada tantangan menulis musik dangdut. Saya bukan orang yang paham dengan aliran
musik, juga tak mengagumi musik tertentu. Jika enak didengar kuping yasudah dengarkan
saja. Perkara di playlist telepon seluler saya berisi beberapa album dari satu
grub musik tidak berarti saya tidak menyukai yang lain. He..
Selasa, 28 Mei 2013
Sejarah Perdamaian Jepang
Judul buku : Hiroshima Ketika
Bom Dijatuhkan.
Pengarang : John Hersey
Penerbit : Komunitas Bambu
Tahun terbit : 2008
Tebal buku : x + 165 hlm
Peresensi : Nurul Aini
“ Ketika semua mengetahui kalau perang berakhir dengan
Jepang sebagai pihak yang kalah, tentu kami sangat kecewa. Namun, kami
mengikuti perintah kaisar untuk bersikap tenang, membuat pengorbanan sepenuh
hati bagi kedamaian abadi di dunia. Dan Jepang pun memulai langkahnya yang
baru.”. (hal. 118)
Senin, 27 Mei 2013
Kamis, 16 Mei 2013
Rabu, 15 Mei 2013
"Nyerocos" Budayakan Korupsi
Korupsi sudah bukanlah kata yang asing bagi masyarakat
kita, baik kalangan intelektual maupun masyarakat awam sekalipun. Dari
professor hingga pemulung sudah terlanjur akrab dengan kata “korupsi”, meskipun
definisi korupsi dari setiap kalangan berbeda. Jika ada masyarakat indonesia
khusunya yang tidak kenal korupsi mungkin ia baru terlahir di dunia atau baru
datang dari luar angkasa. Bagaimana mungkin ada orang yang tidak kenal korupsi
ketika penyakit ini sudah menjangkiti seluruh sistem kehidupan tata
pemerintahan, instasi, perusahaan, bahkan dunia pendidikan. Yah, korupsi sudah
menjadi bagian budaya masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)
